Halaman

Jumat, 08 Januari 2021

Memelihara Hidayah

Pernahkah mengalami hati terasa kosong ? dada terasa sempit ? bingung tak tentu arah ?, inilah suatu tanda bahwa hidayah wa taufiq mulai tergerus oleh angan-angan dan kekhawatiran akan keperluan dunia, pada saat seperti ini maka syaithan akan membisikkan berbagai hal yang akan menambah rasa was-was. Pernahkah saudara melihat ada orang yang bersimpuh di masjid, berdzikir, membaca Al Qur'an, atau berdoa dalam kesendirian, sesungguhnya dia sedang berusaha untuk tetap memelihara dan menyuburkan hidayah wa taufiq yang diberikan Allah SWT padanya. Bagaimana seharusnya mengatasi masalah ini ?, banyak sekali petunjuk dari Al Qur'an dan As Sunnah berkaitan dengan hal ini, berikut yang saya lakukan untuk tetap memelihara hidayah wa taufiq.

Shalat Tahajud

Berat ?, tidak bila sudah terbiasa, lelah karena 8 raka'at + 3 raka'at witir, kerjakan 2 raka'at saja + 1 raka'at witir, yang penting tiap hari, bangunlah 60 menit sebelum subuh, setelah itu berdoalah, sampaikan semua keluhanmu kepada Allah SWT yang selalu mendengarkanmu, istigfarlah sebanyak mungkin, mohonlah ridha-Nya, maghfirah-Nya, jannah-Nya dan syafa'at Rasul-Nya, menangislah. Bila tarhim sudah terdengar berangkatlah ke masjid, kerjakan kembali shalat Fajar dan ikutlah shalat berjama'ah  Shubuh. Ketahuilah ada 2 shalat sunnah yang selalu dikerjakan Rasulullah, yaitu shalat Witir dan shalat Fajar.

Membaca Al-Qur'an

Sepulang shubuh dari masjid, duduklah bacalah Al-Qur'an perlahan dan fahamilah maknanya, minimal 10 ayat sebagai permulaan telah memenuhi sunnah Rasulullah, cara yang terbaik adalah membaca Al-Qur'an secara berurutan mulai dari Al Fatihah hingga An Naas, mungkin akan perlu waktu lama untuk khatam, tapi ketahuilah istiqomah atau konsisten pada amalan yang sedikit lebih disukai oleh Allah SWT. Setelah beberapa bulan biasanya mulai terasa lelah setelah 40 - 50 ayat dan ini sudah luar biasa, setelah beberapa tahun, biasanya mulai hafal sedikit demi sedikit. Yang terpenting ketahuilah, bahwa bila saudara ingin berbicara dengan Allah, maka shalat dan berdoa adalah sarananya, bila saudara ingin mendengar Allah SWT berbicara, maka bacalah Al-Qur'an.

Shalawat

Diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Ahzab 56 untuk membaca shalawat untuk Rasulullah, yaitu suatu doa dan penghormatan bagi Rasulullah, banyak sekali versi shalawat yang bahkan ada yang diamalkan oleh sebagian orang untuk menarik rejeki yang sangat banyak. Ketahuilah hanya ada satu shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah yaitu shalawat Ibrahimiyah, sebagaimana yang kita baca di saat tahiyat akhir pada setiap shalat. Berniatlah dalam hati bahwa membaca shalawat untuk melaksanakan perintah Allah SWT, janganlah terselip sekecil apapun niat yang dikotori keinginan dunia, karena nanti ibadahmu menjadi sia-sia. Berapa banyak harus membaca shalawat ?, tidak ada hitungan yang pasti, sebanyak-banyaknya.

Dzikir

Dzikir yang terhebat dan terindah adalah shalat, majelis ilmu juga adalah dzikir, dan mahkota ilmu adalah fiqih, mengikuti suatu majelis ilmu yang membahas fiqih atau aturan-aturan dalam syariat Islam adalah majelis terbaik. Dzikir adalah mengingat Allah SWT, bila dzikir diartikan sebagai"zakara" atau menyebut, maka banyak sekali kalimah thayibah yang dapat digunakan, Asma"ul Husna, do'a yang diajarkan Rasullulah, berapa banyak ? sebanyak-banyaknya, kecuali disebutkan dalam jumlah tertentu oleh Rasulullah. Jalan paling selamat adalah mengikuti semua perintah Rasulullah, jangan merubah apa yang telah ditetapkan oleh Rasullulah.

Sedekah

Sedekah menjadi jalan termudah untuk memelihara hidayah wa taufiq, doa penerima sedekah akan menjadi wasilah atau perantara bagi kebaikan dunia dan akhirat.

Tafakur 

Tafakur untuk menghisab diri sendiri atau introspeksi sangat baik untuk mulai mengenal kelemahan-kelemahan yang ada pada iman, dengan mengetahu titik lemah itu maka perbaikan dapat segera dilakukan.

Uzlah

Uzlah tidak berarti saudara harus pergi ke hutan atau ke puncak gunung untuk menyendiri, menghindarkan diri dari hiruk pikuk media sosial, menghindarkan diri dari hiruk pikuk politik, menghindarkan diri dari pembicaraan yang sia-sia adalah uzlah. Di masa sekarang intruksi yang di dapat dari media sosial akan diikuti oleh orang banyak, kecuali oleh orang-orang yang masih mempunyai hidayah wa taufiq dalam qalbunya.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan  dalam urusan dunia dan akhirat kita

Jum'at, 8 Januari 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sunnah

Sunnah, apa yang disebut sunnah?, ada yang menyatakan bahwa sunnah adalah amalan yang bila dikerjakan mendapat pahala, dan bila tidak dikerj...