Halaman

Jumat, 08 Januari 2021

Sunnah

Sunnah, apa yang disebut sunnah?, ada yang menyatakan bahwa sunnah adalah amalan yang bila dikerjakan mendapat pahala, dan bila tidak dikerjakan tak mengapa, artinya sunnah tak penting-penting amat. Lalu mengapa Rasul menyatakan dari 73 golongan dalam Islam, hanya satu golongan  yang selamat, yaitu yang mengikuti sunnahku dan berada dalam jama'ah, yang dengannya keluarlah istilah Ahlu sunnah wal jama'ah.
Sunnah sebenarnya adalah aturan dalam agama Islam dengan bersandar pada contoh yang dilakukan Rasulullah, perintah Rasulullah, larangan Rasulullah, kebiasaan Rasulullah yang tidak pernah ditinggalkannya, atau apa-apa yang dikerjakan sahabat dan Rasulullah mengetahuinya dan mendiamkannya.
Sunnah adalah salah satu komponen dalam stratifikasi syariat Islam, yaitu Fardhu, Sunnah, Mubah, Makruh dan Haram yang berkonsekuensi pada pahala dan dosa. Dengan mengerjakan dan mengamalkan sunnah Rasulullah, seorang muslim akan dengan cepat meningkatkan maqamnya menjadi mukmin.
Panjangkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis, adalah salah satu perintah Rasul. Terdapat beberapa sikap umat dalam menerima perintah ini, ada yang menyatakan bahwa memelihara jenggot adalah bodoh, dan semakin panjang jenggot semakin bodoh. Ada pula yang menyatakan bahwa masalah jenggot adalah masalah penampilan untuk menunjukkan identitas sebagai muslim dan tak ada hubungannya dengan iman, sikap-sikap seperti ini yang dikenal sebagai ingkar sunnah, dan seakan mereka menuduh Rasulullah telah menyampaikan perintah yang keliru.
Seseorang yang telah diijinkan sampai pada maqam mukmin, tidak akan pernah mempertanyakan sunnah dan mengingkari sunnah. Bila memang belum mampu mengerjakannya, maka akuilah kelemahan imanmu dan berdoalah agar dikuatkan dan dimampukan mengerjakan sunnah, karena mengamalkan sunnah menunjukkan kecintaan dan keimanan pada ke Rasulan Muhammad SAW.
Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing menjelang akhir jaman, dan terbuktilah apa yang dikatakan Rasulullah ini. Seseorang yang mempunyai jenggot bercelana cingkrang, selalu shalat berjama'ah, menghindarkan diri dari hal yang tak berguna malah disebut ke arab-araban, tidak nasionalis dan yang paling parah dilabeli sebagai teroris, dan yang mengatakan hal itu adalah orang-orang yang juga mengaku beragama Islam, sesungguhnya akhir jaman memang telah dekat.

Jum'at yang selalu penuh barokah, 8 Januari 2021

Memelihara Hidayah

Pernahkah mengalami hati terasa kosong ? dada terasa sempit ? bingung tak tentu arah ?, inilah suatu tanda bahwa hidayah wa taufiq mulai tergerus oleh angan-angan dan kekhawatiran akan keperluan dunia, pada saat seperti ini maka syaithan akan membisikkan berbagai hal yang akan menambah rasa was-was. Pernahkah saudara melihat ada orang yang bersimpuh di masjid, berdzikir, membaca Al Qur'an, atau berdoa dalam kesendirian, sesungguhnya dia sedang berusaha untuk tetap memelihara dan menyuburkan hidayah wa taufiq yang diberikan Allah SWT padanya. Bagaimana seharusnya mengatasi masalah ini ?, banyak sekali petunjuk dari Al Qur'an dan As Sunnah berkaitan dengan hal ini, berikut yang saya lakukan untuk tetap memelihara hidayah wa taufiq.

Shalat Tahajud

Berat ?, tidak bila sudah terbiasa, lelah karena 8 raka'at + 3 raka'at witir, kerjakan 2 raka'at saja + 1 raka'at witir, yang penting tiap hari, bangunlah 60 menit sebelum subuh, setelah itu berdoalah, sampaikan semua keluhanmu kepada Allah SWT yang selalu mendengarkanmu, istigfarlah sebanyak mungkin, mohonlah ridha-Nya, maghfirah-Nya, jannah-Nya dan syafa'at Rasul-Nya, menangislah. Bila tarhim sudah terdengar berangkatlah ke masjid, kerjakan kembali shalat Fajar dan ikutlah shalat berjama'ah  Shubuh. Ketahuilah ada 2 shalat sunnah yang selalu dikerjakan Rasulullah, yaitu shalat Witir dan shalat Fajar.

Membaca Al-Qur'an

Sepulang shubuh dari masjid, duduklah bacalah Al-Qur'an perlahan dan fahamilah maknanya, minimal 10 ayat sebagai permulaan telah memenuhi sunnah Rasulullah, cara yang terbaik adalah membaca Al-Qur'an secara berurutan mulai dari Al Fatihah hingga An Naas, mungkin akan perlu waktu lama untuk khatam, tapi ketahuilah istiqomah atau konsisten pada amalan yang sedikit lebih disukai oleh Allah SWT. Setelah beberapa bulan biasanya mulai terasa lelah setelah 40 - 50 ayat dan ini sudah luar biasa, setelah beberapa tahun, biasanya mulai hafal sedikit demi sedikit. Yang terpenting ketahuilah, bahwa bila saudara ingin berbicara dengan Allah, maka shalat dan berdoa adalah sarananya, bila saudara ingin mendengar Allah SWT berbicara, maka bacalah Al-Qur'an.

Shalawat

Diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Ahzab 56 untuk membaca shalawat untuk Rasulullah, yaitu suatu doa dan penghormatan bagi Rasulullah, banyak sekali versi shalawat yang bahkan ada yang diamalkan oleh sebagian orang untuk menarik rejeki yang sangat banyak. Ketahuilah hanya ada satu shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah yaitu shalawat Ibrahimiyah, sebagaimana yang kita baca di saat tahiyat akhir pada setiap shalat. Berniatlah dalam hati bahwa membaca shalawat untuk melaksanakan perintah Allah SWT, janganlah terselip sekecil apapun niat yang dikotori keinginan dunia, karena nanti ibadahmu menjadi sia-sia. Berapa banyak harus membaca shalawat ?, tidak ada hitungan yang pasti, sebanyak-banyaknya.

Dzikir

Dzikir yang terhebat dan terindah adalah shalat, majelis ilmu juga adalah dzikir, dan mahkota ilmu adalah fiqih, mengikuti suatu majelis ilmu yang membahas fiqih atau aturan-aturan dalam syariat Islam adalah majelis terbaik. Dzikir adalah mengingat Allah SWT, bila dzikir diartikan sebagai"zakara" atau menyebut, maka banyak sekali kalimah thayibah yang dapat digunakan, Asma"ul Husna, do'a yang diajarkan Rasullulah, berapa banyak ? sebanyak-banyaknya, kecuali disebutkan dalam jumlah tertentu oleh Rasulullah. Jalan paling selamat adalah mengikuti semua perintah Rasulullah, jangan merubah apa yang telah ditetapkan oleh Rasullulah.

Sedekah

Sedekah menjadi jalan termudah untuk memelihara hidayah wa taufiq, doa penerima sedekah akan menjadi wasilah atau perantara bagi kebaikan dunia dan akhirat.

Tafakur 

Tafakur untuk menghisab diri sendiri atau introspeksi sangat baik untuk mulai mengenal kelemahan-kelemahan yang ada pada iman, dengan mengetahu titik lemah itu maka perbaikan dapat segera dilakukan.

Uzlah

Uzlah tidak berarti saudara harus pergi ke hutan atau ke puncak gunung untuk menyendiri, menghindarkan diri dari hiruk pikuk media sosial, menghindarkan diri dari hiruk pikuk politik, menghindarkan diri dari pembicaraan yang sia-sia adalah uzlah. Di masa sekarang intruksi yang di dapat dari media sosial akan diikuti oleh orang banyak, kecuali oleh orang-orang yang masih mempunyai hidayah wa taufiq dalam qalbunya.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan  dalam urusan dunia dan akhirat kita

Jum'at, 8 Januari 2021


Rabu, 06 Januari 2021

Hidayah

Merasakan mendapatkan hidayah adalah suatu pengalaman yang sangat membekas  dalam sanubari, menjadi bekal dalam menapaki sisa-sisa umur yang tersisa. Lalu mengapa sangat istimewa menjadi orang yang menerima hidayah untuk memeluk Islam?

Alasan utama adalah sadarilah saudaraku bahwa engkau adalah orang pilihan, Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an, surah Al Qashash ayat 56 :

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (QS. Al-Qashash: 56)

Demikian juga firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 272 dan surah Yusuf 103:

۞ لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗوَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari ridha Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan). (QS. Al-Baqarah: 272)

وَمَآ اَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ

Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (QS. Yūsuf: 103)

Jenis hidayah ini disebut dengan hidayah at taufiq wal ilham, dimana Allah SWT memberikan kemudahan secara khusus pada hati seorang hamba untuk menerima petunjuk, dan kemudahan ini tidak diberikan kepada orang lain, oleh karena hal inilah maka untuk tetap menjaga hidayah ini ada sebuah doa yang selalu dibaca Rasulullah sebagaimana tercantum dalam hadist berikut,

Ummu Salamah R.a berkata bahwa do’a yang sangat sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik" artinya “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu” [HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Hakim]

Lalu bagaimana dengan petunjuk, penjelasan dan bimbingan yang datang dari Rasulullah, para Nabiyullah, para ulama yang menyeru manusia kepada Allah SWT, hidayah ini disebut dengan hidayah ad dilalah wal irsyad.

Firman Allah SWT dalam surah Ar-Ra’d ayat 7 dan Asy-Syura 52,


وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرٌ وَّلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.(QS. Ar-Ra’d: 7)

وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا ۗمَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِيْمَانُ وَلٰكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِنَا ۗوَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus, (QS. Asy-Syūrā: 52)

Dengan demikian dapatlah dimengerti bahwa hidayah at taufiq wal ilham adalah hak prerogatif Allah SWT yang tidak dapat digantikan oleh siapapun, maka bersyukurlah kalian saudaraku karena sesungguhnya Allah SWT sungguh menghendaki kebaikan atas kalian, berjuanglah, istiqamah, jagalah hidayah yang kau dapat dengan doa seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ


Murtad

Murtad dalam bahasa Arab diambil dari kata ( ارْتَدَّ) yang bermakna kembali berbalik ke belakang. Sedangkan menurut syariat, orang murtad adalah seorang Muslim yang menjadi kafir setelah keislamannya, tanpa ada paksaan, dalam usia tamyiiz (sudah mampu memilah dan memilih perkara, antara yang baik dari yang buruk-pen.) serta berakal sehat. (https://almanhaj.or.id/3580-resiko-murtad.html)

Berita tentang orang yang menyatakan diri telah murtad dari Islam banyak kita temui, biasanya setelah itu netizen akan menjadi geger dan saling mencela, apalagi bila yang murtad adalah sosialita atau artis. Kesalehanpun dipertontonkan untuk mengadili si murtadin ini, bagaimana bagi seorang mualaf sebaiknya bersikap ?.

Ketahuilah untuk menjadi Muslim itu hanya langkah awal yang hanya memerlukan amalan dzahir, sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Rukun Islam. Itupun memerlukan suatu ijin khusus dari Allah SWT sebagai pemilik agama ini, ijin khusus inilah yang disebut hidayah. Tak semua orang bisa mendapatkan hidayah, suatu gerakan hati yang membimbing kita untuk mengucapkan kalimah syahadatain dan menghadapi segala resiko yang menyertainya. Kelak bila tahapan Muslim ini telah mampu terlewati dengan baik, naiklah status kita menjadi Mukmin, yang dituntut untuk memperbaiki dan menambah amalan batin, dan hanya patuh pada perintah Allah dan Rasulullah dengan tidak pernah membantahnya, tahap terakhir adalah Muhsin dimana pada tahap itu tidak pernah disampaikan permohonan apapun kepada Allah, selain dari memujiNya, mengucap syukur padaNya, mohon ridhoNya, mohon ampunanNya, mohon syafaat rasulNya, tak pernah terucap sekalipun permohonan untuk hal dunia.

Lalu bagaimana dengan si murtadin, ya biarkan saja, berarti Allah tidak menghendaki dia menjadi muslim, tak usah dipikirkan, tak perlu disebut-sebut, tak perlu diadili. Kalau mau tahu perbedaannya, lihatlah kualitas manusia yang dipilih Allah untuk menjadi Muslim dan bandingkanlah dengan kualitas manusia yang menjadi murtadin.




Sunnah

Sunnah, apa yang disebut sunnah?, ada yang menyatakan bahwa sunnah adalah amalan yang bila dikerjakan mendapat pahala, dan bila tidak dikerj...